Daerah  

Kupang Berair Dimulai dari Biopori, Pemkot Targetkan Gerakan Konservasi Menjangkau 51 Kelurahan

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo

Program tersebut diarahkan untuk mendorong pengelolaan air dan lahan yang inklusif serta berkelanjutan.

Safeguarding Advisor sekaligus National Child Protection Advisor PLAN International Indonesia, Sigit Wacono, menjelaskan bahwa gerakan “Kupang Berair” tidak hanya bertujuan menjaga sumber air dan tanah.

Gerakan ini juga diarahkan untuk mendukung pengendalian banjir dan longsor serta menjaga keberlanjutan sumber daya air dan lahan.

Baca Juga :  Christian Widodo Buka Jalan Pengembangan Pelabuhan Nunbaun Sabu, Rp26 Miliar Disiapkan untuk Fasilitas Baru

Melalui program CERAH, pengelolaan sumber daya air dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan, anak, kaum muda, penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

Gereja Sudah Mulai

Praktik konservasi air melalui biopori sebelumnya juga telah dilakukan di lingkungan lembaga keagamaan.

Pendeta Margaritha Heo Uly dari GMIT Betlehem Penkase Oeleta mengatakan pihak gereja bersama jemaat telah membuat 27 biopori dari total 60 kepala keluarga.

Baca Juga :  Christian Widodo Refleksikan 25 Tahun Imamat RD Adrianus Dimu: Memimpin Berarti Melayani

Praktik tersebut menunjukkan bahwa konservasi air sebenarnya dapat dimulai dari lingkungan masing-masing tanpa harus menunggu program besar.

Pemkot Kupang selanjutnya akan memantau implementasi konservasi air di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan komitmen yang telah dibangun benar-benar diterjemahkan menjadi aksi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung