NTT-Terkini com, Kupang – Kabupaten Belu berpeluang menjadi pintu utama pengembangan perdagangan dan logistik lintas negara antara Indonesia dan Timor Leste. Dari tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikaji, Belu dinilai paling potensial untuk menjadi lokasi proyek percontohan zona perdagangan bebas (free trade zone).
Keunggulan tersebut terungkap dalam kajian yang membandingkan Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Hasil analisis itu dipaparkan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana), Roland Fanggidae, dalam Final Conference Karsa Nusa 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) NTT, Selasa, 20 Oktober 2026.
Kajian tersebut menjadi salah satu pijakan awal untuk melihat wilayah yang paling tepat dikembangkan sebagai simpul perdagangan dan logistik di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Belu dinilai memiliki keunggulan karena ditopang aktivitas perdagangan, daya saing ekonomi regional, serta letak geografis yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.
Belu Unggul dalam Sektor Perdagangan
Hasil kajian menunjukkan, karakteristik ekonomi Kabupaten Belu berbeda dari Malaka dan TTU.
Meskipun sektor pertanian masih mendominasi aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan NTT secara umum, Kabupaten Belu memperlihatkan keunggulan yang lebih menonjol pada sektor perdagangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












