NTT-Terkini.com, Kupang — Pemerintah Kota Kupang mulai mengubah komitmen konservasi air menjadi aksi nyata. Melalui gerakan “Kupang Berair” (Bersatu Rawat Air dan Tanah), enam titik biopori mulai dibuat di lingkungan Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.
Langkah sederhana itu menjadi simbol dimulainya gerakan konservasi air tanah yang diharapkan tidak berhenti di lingkungan pemerintah, tetapi menyebar hingga rumah tangga, sekolah, komunitas dan seluruh 51 kelurahan di Kota Kupang.
Aksi tersebut dilakukan dalam Workshop Membangun Komitmen Bersama untuk Aksi Implementasi Konservasi Air Tanah yang digelar PLAN International Indonesia bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (30/9).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., menegaskan, workshop tersebut tidak boleh berakhir sebagai kegiatan seremonial atau sekadar menghasilkan komitmen di atas kertas.
“Ini workshop tentang komitmen. Komitmen bukan sekadar berbicara di sini, tetapi harus ada implementasinya di luar,” tegas Ignasius.
Enam Biopori Jadi Titik Awal
Ignasius turut melakukan pemasangan biopori sebagai tanda dimulainya aksi konservasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












