NTT-Terkini.com, Kupang — Mutu menjadi salah satu persoalan utama yang menghambat komoditas unggulan Nusa Tenggara Timur (NTT) bersaing di pasar internasional. Meski memiliki potensi produksi kopi, mete, gula, rumput laut hingga produk olahan daging, tantangan menjaga kualitas, menjamin pasokan bahan baku, dan memperoleh pesanan berulang masih perlu mendapat perhatian serius.
Dalam pemaparannya pada final Conference Karsa Nusa yang digelar BI NTT, Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof. Saafri Anato Husodo, menilai pengembangan ekonomi NTT tidak cukup hanya dengan meningkatkan volume produksi dan mendatangkan investasi. Daerah ini perlu memastikan bahwa komoditas yang dihasilkan memenuhi standar pasar, memiliki nilai tambah, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pendapatan petani.
Persoalan tersebut menjadi penting karena sebagian besar masyarakat NTT menggantungkan hidup pada sektor pertanian yang pendapatannya cenderung berfluktuasi mengikuti musim dan kondisi produksi.
Mengutip data Bank Dunia yang dipaparkannya, Saafri menyebut gejolak pendapatan atau income volatility masyarakat yang bekerja di sektor pertanian dapat mencapai 20 persen dibandingkan pekerja di sektor pemerintahan maupun institusi nonpemerintah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












