Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam situasi kemanusiaan bukan semata-mata mengenai besarnya bantuan, tetapi menunjukkan solidaritas sebagai sesama warga NTT.
Pemkot Kupang, lanjutnya, juga memberi perhatian kepada mahasiswa asal Flores yang berada di Kota Kupang dan keluarganya terdampak bencana.
“Wilayah itu memiliki batas, lokasi bencana juga punya batas. Tetapi kemanusiaan tidak memiliki batas,” tegas Christian.
Di hadapan mahasiswa IMM, ia mengajak generasi muda membangun karakter yang fokus, adaptif, tangguh dan konsisten.
Menurutnya, pembangunan Kota Kupang tidak mungkin hanya dikerjakan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat.
“Kolaborasi itu tidak mengenal hierarki,” ujarnya.
IMM: Kritik Harus Berujung Solusi
Ketua IMM NTT, Cakti Flobamorrinci A. Kirie, mengapresiasi kehadiran dan respons Wali Kota Kupang dalam forum tersebut.
Menurut Cakti, komunikasi langsung antara pemerintah dan organisasi kepemudaan penting untuk memastikan pembangunan tetap terbuka terhadap kritik sekaligus gagasan dari masyarakat.
Ia juga mengapresiasi respons Pemkot Kupang terhadap sejumlah persoalan masyarakat, termasuk penanganan sampah dan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












