Daerah  

Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo

Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam situasi kemanusiaan bukan semata-mata mengenai besarnya bantuan, tetapi menunjukkan solidaritas sebagai sesama warga NTT.

Pemkot Kupang, lanjutnya, juga memberi perhatian kepada mahasiswa asal Flores yang berada di Kota Kupang dan keluarganya terdampak bencana.

“Wilayah itu memiliki batas, lokasi bencana juga punya batas. Tetapi kemanusiaan tidak memiliki batas,” tegas Christian.

Di hadapan mahasiswa IMM, ia mengajak generasi muda membangun karakter yang fokus, adaptif, tangguh dan konsisten.

Baca Juga :  Pesparawi Perdana GMIT Digelar di Kupang, Pemkot Kucurkan Rp100 Juta dan Siapkan 500 Kursi

Menurutnya, pembangunan Kota Kupang tidak mungkin hanya dikerjakan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat.

“Kolaborasi itu tidak mengenal hierarki,” ujarnya.

IMM: Kritik Harus Berujung Solusi

Ketua IMM NTT, Cakti Flobamorrinci A. Kirie, mengapresiasi kehadiran dan respons Wali Kota Kupang dalam forum tersebut.

Menurut Cakti, komunikasi langsung antara pemerintah dan organisasi kepemudaan penting untuk memastikan pembangunan tetap terbuka terhadap kritik sekaligus gagasan dari masyarakat.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Gandeng Kejari Cegah Persoalan Hukum, Christian Widodo: Jangan Sampai Jatuh ke Jurang

Ia juga mengapresiasi respons Pemkot Kupang terhadap sejumlah persoalan masyarakat, termasuk penanganan sampah dan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung