Daerah  

Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo

Menurutnya, terlibat dalam politik tidak berarti setiap anak muda harus menjadi calon anggota legislatif atau menduduki jabatan politik.

Keterlibatan dapat dimulai dari keberanian berdiskusi, memahami kebijakan publik, mencermati rekam jejak calon pemimpin hingga menggunakan hak politik secara bertanggung jawab.

“Jangan apatis. Kalian harus mulai terlibat. Terlibat itu bukan berarti harus menjadi caleg. Terlibat itu artinya berani berdiskusi,” tegasnya.

Christian juga berbicara tentang warisan yang ingin ditinggalkan selama memimpin Kota Kupang.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Gandeng Kejari Cegah Persoalan Hukum, Christian Widodo: Jangan Sampai Jatuh ke Jurang

Baginya, jabatan kepala daerah bersifat sementara. Karena itu, yang harus ditinggalkan bukan sekadar nama seorang pemimpin, tetapi sistem pemerintahan yang mampu terus berjalan meskipun kepemimpinan telah berganti.

“Saya ingin meninggalkan legasi sistem pemerintahan yang baik, saya ingin meninggalkan sistem tata kelola manajemen ASN yang baik,” ungkapnya.

Bicara Anggaran hingga Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Dalam diskusi tersebut, Christian turut menjelaskan tantangan pemerintah dalam mengelola anggaran di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Baca Juga :  Wali Kota Christian: RDTR Tentukan Wajah Kota Kupang dan Masa Depan Generasi Berikut

Ia menegaskan, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada biaya murah. Setiap penggunaan anggaran harus mempertimbangkan kualitas, manfaat dan keberlanjutan.

“Caranya adalah berhemat dan menggunakan anggaran dengan bijak,” jelasnya.

Christian juga menyinggung respons Pemerintah Kota Kupang terhadap bencana gempa yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung