Pesparawi Sinode GMIT akan berlangsung selama tiga hari, 7–9 Oktober 2026, dan dipusatkan di kompleks Kantor Sinode GMIT yang baru.
Menurut Jeffry, dukungan lintas perangkat daerah menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kegiatan dapat berjalan baik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ada Kategori Musik Etnik
Sementara itu, Pendeta Norman Nenohoni, salah satu panitia Pesparawi Sinode GMIT, menjelaskan kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan paduan suara.
Pesparawi dirancang sebagai ruang membangun persaudaraan, mengembangkan talenta generasi muda, serta memperkaya liturgi dan musik gereja.
“Kegiatan ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan mengembangkan talenta,” jelas Norman.
Menariknya, Pesparawi akan mempertandingkan dua kategori, yakni kategori umum dan musik etnik.
Pada kategori musik etnik, peserta akan membawakan lagu-lagu daerah bernuansa rohani dengan menggunakan unsur musik tradisional.
Selain perlombaan, rangkaian Pesparawi juga akan diisi dengan simposium yang menghadirkan juri dan narasumber tingkat nasional.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan liturgi dan musik gereja.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












