Daerah  

Pesparawi Perdana GMIT Digelar di Kupang, Pemkot Kucurkan Rp100 Juta dan Siapkan 500 Kursi

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo

Pesparawi Sinode GMIT akan berlangsung selama tiga hari, 7–9 Oktober 2026, dan dipusatkan di kompleks Kantor Sinode GMIT yang baru.

Menurut Jeffry, dukungan lintas perangkat daerah menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kegiatan dapat berjalan baik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ada Kategori Musik Etnik

Sementara itu, Pendeta Norman Nenohoni, salah satu panitia Pesparawi Sinode GMIT, menjelaskan kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan paduan suara.

Baca Juga :  Kupang Berair Dimulai dari Biopori, Pemkot Targetkan Gerakan Konservasi Menjangkau 51 Kelurahan

Pesparawi dirancang sebagai ruang membangun persaudaraan, mengembangkan talenta generasi muda, serta memperkaya liturgi dan musik gereja.

“Kegiatan ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan mengembangkan talenta,” jelas Norman.

Menariknya, Pesparawi akan mempertandingkan dua kategori, yakni kategori umum dan musik etnik.

Pada kategori musik etnik, peserta akan membawakan lagu-lagu daerah bernuansa rohani dengan menggunakan unsur musik tradisional.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan

Selain perlombaan, rangkaian Pesparawi juga akan diisi dengan simposium yang menghadirkan juri dan narasumber tingkat nasional.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan liturgi dan musik gereja.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung