Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan keterlibatan masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, pemuda, dunia usaha, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya.
Karena itu, DPD IMM NTT menyatakan siap mengambil bagian dalam ekosistem kolaborasi pembangunan Kota Kupang.
IMM berharap ruang dialog antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang transformasi yang mampu menghasilkan gagasan, kritik, dan rekomendasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap Pemerintah Kota Kupang terus hadir dan membersamai civil society dalam berbagai ruang dialog, diskusi, dan forum transformasi. IMM siap memberikan gagasan, kritik, rekomendasi, maupun kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Kupang,” ujar Cakti.
Sementara itu, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menilai mahasiswa dan generasi muda memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, mahasiswa tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan. Generasi muda harus diberikan ruang untuk ikut menyampaikan gagasan dan menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi Kota Kupang.
Pandangan tersebut memperkuat pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam menentukan arah pembangunan kota.
Dihadiri 167 Peserta, Digelar Secara Swadaya
Diskusi publik yang digelar DPD IMM NTT tersebut diikuti 167 peserta.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












