Menurut Cakti, capaian tersebut penting untuk diketahui dan dibahas secara terbuka sehingga tidak hanya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, tetapi juga dapat menjadi pembelajaran dan inspirasi bagi daerah lain maupun pemimpin di masa mendatang.
“Kami ingin masyarakat di dalam maupun di luar Kota Kupang mengetahui bahwa Kota Kupang telah menunjukkan berbagai kemajuan. Hal-hal baik yang sudah dilakukan tentu patut diapresiasi dan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain serta pemimpin-pemimpin masa depan,” ujar Cakti.
Meski demikian, Cakti menegaskan diskusi publik tersebut bukan forum untuk sekadar memberikan pujian kepada pemerintah.
IMM, kata dia, ingin memastikan apresiasi terhadap pemerintah tetap berjalan bersama sikap kritis dan konstruktif.
Karena itu, forum tersebut juga diarahkan untuk menggali persoalan yang masih dihadapi Kota Kupang sekaligus merumuskan gagasan dan rekomendasi konkret bagi pembangunan ke depan.
“Kami tidak ingin diskusi ini berhenti pada apresiasi. Kami juga ingin mengetahui arah pembangunan Kota Kupang ke depan, apa saja yang masih menjadi tantangan, dan langkah konkret apa yang dapat dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
IMM: Pemerintah Tak Bisa Berjalan Sendiri
Cakti menilai pembangunan Kota Kupang tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












