Daerah  

Wali Kota Christian: RDTR Tentukan Wajah Kota Kupang dan Masa Depan Generasi Berikut

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo

Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan RDTR bekerja secara terbuka dan berbasis data.

“Saya mohon untuk masukannya secara terbuka, dikaji dengan baik, berdasarkan data, berdasarkan kebutuhan. Jangan berdasarkan kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.

Christian menilai RDTR harus menjadi instrumen untuk menghadirkan keadilan dalam pembangunan. Setiap wilayah di Kota Kupang harus memiliki kesempatan yang proporsional untuk berkembang sesuai karakteristik dan kebutuhannya.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Gandeng Kejari Cegah Persoalan Hukum, Christian Widodo: Jangan Sampai Jatuh ke Jurang

Ia tidak ingin RDTR nantinya hanya menjadi dokumen yang tersimpan di atas meja, tetapi benar-benar digunakan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan dan pembangunan kota.

“Kalau kita gagal merencanakan, sama saja kita merencanakan kegagalan,” ungkapnya.

Kota Kupang Butuh “Super Team”

Dalam penyusunan RDTR, Christian menekankan pentingnya kolaborasi.

Menurutnya, penataan kota tidak mungkin hanya dikerjakan oleh satu perangkat daerah. Pemerintah kecamatan, kelurahan, RT, RW hingga masyarakat memiliki peran penting karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan ruang di tingkat lapangan.

“Ini kerja kolaborasi, kerja bersama. Tidak ada superman, yang ada super team,” ujarnya.

Ia berharap keterlibatan berbagai pihak dapat membuat RDTR melihat Kota Kupang secara utuh, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, infrastruktur serta kebutuhan masyarakat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung