Karena itu, menurutnya, bantuan kemanusiaan perlu hadir untuk menjawab kebutuhan mendesak sekaligus memberikan dukungan moral kepada warga terdampak.
Ia menyadari bantuan senilai Rp50 juta tersebut belum tentu dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, ia berharap bantuan itu mampu meringankan beban warga dan menumbuhkan semangat untuk bangkit.
“Bantuan ini mungkin belum dapat menjawab seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, kami berharap apa yang kami bawa hari ini dapat meringankan beban dan menguatkan hati saudara-saudara kita untuk bangkit kembali,” katanya.
Wakil Wali Kota Kupang itu juga menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh berhenti pada ungkapan simpati, doa, atau rasa prihatin. Kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bagi Pemerintah Kota Kupang, bantuan tersebut menjadi gambaran persaudaraan antardaerah yang tidak dibatasi jarak geografis.
Meskipun berada di wilayah berbeda, Kota Kupang dan Sumba merupakan bagian dari keluarga besar NTT yang perlu saling menopang ketika salah satu wilayah menghadapi musibah.
“Ketika saudara kita mengalami kesulitan, yang dibutuhkan bukan hanya doa dan kata-kata penghiburan, tetapi juga kehadiran dan uluran tangan,” tegas Serena.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












