Ia meminta para pendidik tidak hanya mengajarkan pengetahuan kepada anak-anak, tetapi juga membantu mereka mempertahankan mimpi dan cita-cita.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi untuk menjadi apa saja ketika dewasa. Namun, mimpi tersebut harus dirawat karena perjalanan hidup tidak selalu mudah.
“It’s not about a big dream, it’s about how you keep that big dream when you grow old,” kata Christian.
Ia menilai pendidikan memiliki tugas besar untuk menjaga agar semangat dan rasa percaya diri anak tidak padam ketika mereka menghadapi berbagai tantangan.
“Tugas kita bukan hanya membuat anak-anak bermimpi, tetapi menjaga agar mereka tidak kehilangan mimpi itu ketika mereka tumbuh dewasa,” pungkasnya.
Pernah Dihantam Badai Seroja
Sementara itu, Plt. Kepala UPTD SD Inpres Oesapa Restiana Embong menjelaskan perjalanan panjang pembangunan fasilitas sekolah tersebut.
Pada awalnya, SD Inpres Oesapa hanya memiliki enam ruang kelas. Pada 2013, sekolah mendapat tambahan lima ruang kelas, satu ruang guru dan satu ruang UKS.
Kemudian pada 2017, kembali dibangun empat ruang serta satu perpustakaan.
Namun, perjalanan sekolah tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan.
Pada 2021, sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat badai Seroja. Setahun kemudian, Kementerian Pekerjaan Umum memberikan bantuan untuk memperbaiki bagian atap dan plafon.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












