Guru Besar UI Bongkar Persoalan Komoditas NTT: Investasi Harus Berpihak pada Mutu dan Petani

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo
oplus_2

Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi saja belum tentu menjamin kesejahteraan petani apabila tidak diikuti sistem pemasaran, pengolahan, dan pengelolaan rantai pasok yang memadai.

Investasi Harus Menyentuh Persoalan Mutu

Saafri menekankan, investasi di NTT harus diarahkan pada sektor yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperbesar pendapatan bersih masyarakat.

Menurut dia, terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian, yakni mempertahankan nilai tambah komoditas di daerah, meningkatkan pendapatan bersih petani dan pekerja, serta memperbanyak hari kerja berbayar sepanjang tahun.

Baca Juga :  Hasil Kajian FEB Undana, Belu Paling Potensial Jadi Pusat Perdagangan Indonesia-Timor Leste

Dengan pendekatan tersebut, investasi tidak sekadar meningkatkan jumlah hasil panen, tetapi juga membuka peluang pengolahan komoditas di daerah sehingga manfaat ekonominya tidak seluruhnya dinikmati pelaku usaha di luar NTT.

Data investasi periode 2016–2025 yang dipaparkannya menunjukkan, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di NTT mencapai lebih dari Rp4,8 triliun. Namun, investasi yang masuk ke sektor manufaktur masih kurang dari 4 persen.

Baca Juga :  Bank NTT Salurkan CSR Rp200 Juta untuk Pemulihan Gempa dan Pelayanan Publik di Manggarai Barat

Sementara itu, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Manggarai Barat dan Kota Kupang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung