Guru Besar UI Bongkar Persoalan Komoditas NTT: Investasi Harus Berpihak pada Mutu dan Petani

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo
oplus_2

Dukungan pembiayaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi. Progreso Foundation, misalnya, disebut memberikan pembiayaan awal panen kepada koperasi pada periode 2022–2023.

Namun, pembiayaan dan akses pasar saja belum cukup. Produk harus memiliki kualitas yang konsisten agar pembeli bersedia melakukan pemesanan kembali.

Salah satu contoh yang disoroti adalah kebutuhan peningkatan kualitas pengeringan kopi Flores agar sesuai dengan standar pasar internasional.

Baca Juga :  Di Tengah Fiskal Terbatas, Pemkab Manggarai Pinjam Rp46 Miliar dari Bank NTT

Investasi untuk pengadaan empat unit mesin pengering kopi tersebut disebut relatif kecil, yakni di bawah Rp80 juta. Meski demikian, peralatan tersebut berpotensi memberikan dampak besar apabila mampu membantu petani menghasilkan kopi dengan kualitas yang konsisten dan memenuhi persyaratan pembeli.

Contoh ini memperlihatkan bahwa penguatan daya saing komoditas daerah tidak selalu membutuhkan investasi berskala besar. Investasi yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan produksi, dan berorientasi pada standar pasar justru dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal.

Baca Juga :  Hasil Kajian FEB Undana, Belu Paling Potensial Jadi Pusat Perdagangan Indonesia-Timor Leste

Pasokan Musiman dan Risiko Gagal Panen

Selain mutu, tantangan lain yang perlu diantisipasi adalah ketersediaan bahan baku yang masih bergantung pada musim.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung