“Bukan tentang seberapa tinggi status kita atau seberapa besar kewenangan yang kita miliki, tetapi tentang seberapa dalam kita mampu menyelam dalam pelayanan. Kekuasaan itu bukan hanya otoritas, melainkan kesediaan untuk melayani dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Ia menilai nilai ketulusan, pengorbanan, dan kesetiaan yang dihidupi seorang imam juga harus menjadi inspirasi bagi setiap pemimpin, baik dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan itu, Christian menyampaikan proficiat kepada RD Adrianus Dimu. Ia mendoakan agar sang imam senantiasa dianugerahi kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan sukacita dalam melanjutkan tugas perutusannya.
RD Adrianus Dimu: Imamat Adalah Rahmat Tuhan
Sementara itu, RD Adrianus Dimu mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama 25 tahun perjalanan imamatnya.
Ia memilih semboyan, “Jiwaku Memuliakan Tuhan dan Hatiku Bergembira karena Allah, Juru Selamatku,” sebagai ungkapan iman yang membingkai perjalanan panggilannya.
Menurutnya, imamat merupakan rahmat yang tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang pantas diterima begitu saja. Dalam menjalankan pelayanan sakramental, terutama saat konsekrasi Ekaristi, ia senantiasa menyadari dirinya sebagai manusia biasa yang dipilih Tuhan untuk menghadirkan Kristus di tengah umat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












