Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkot Kupang melibatkan enam organisasi kepemudaan mahasiswa dalam proses pendataan penerima.
Keenam organisasi tersebut yakni PMKRI, GMNI, GMKI, HMI, PMII dan IMM.
Dari hasil pendataan bersama tersebut, ditetapkan sebanyak 342 mahasiswa sebagai penerima bantuan kemanusiaan karena keluarga mereka terdampak gempa di Flores.
Wildrian mengatakan bantuan merupakan hasil kolaborasi Pemkot Kupang dan Alfamart Cabang Kupang. Alfamart memberikan dukungan berupa paket bantuan, sementara Pemkot Kupang melengkapi kebutuhan lainnya untuk membantu mahasiswa menghadapi kondisi pascabencana.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Pemkot Kupang berharap bantuan tersebut dapat membantu mahasiswa melewati situasi sulit yang tengah dihadapi keluarga mereka di Flores tanpa kehilangan semangat untuk menyelesaikan pendidikan.
Sebab bagi 342 mahasiswa tersebut, gempa mungkin mengguncang kampung halaman, tetapi kepedulian di Kota Kupang diharapkan menjadi penyangga agar langkah mereka menuju masa depan tetap berjalan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












