Christian juga mengungkapkan bahwa kebijakan pembatasan musik hingga larut malam mendapat dukungan luas dari masyarakat — bahkan masyarakat sendiri yang menjelaskan manfaatnya agar kriminalitas dan kecelakaan bisa ditekan. Menurutnya, inilah bukti bahwa warga mulai berpikir kritis dan peduli terhadap lingkungan sosial mereka.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah bekerja secara kompak mendukung setiap kebijakan. Meskipun banyak keterbatasan, keberhasilan meraih tingkat kepuasan publik sedemikian tinggi dianggapnya sebagai pencapaian luar biasa.
Meski demikian, Christian menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri. “Saya masih merasa banyak kekurangan. Masih banyak yang perlu kita perbaiki. Ini apresiasi, tapi kita harus segar terus. Jangan terlena,” katanya.
Menurut Christian, hasil survei FISIP Undana — yang dilakukan secara objektif dan independen — bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan bahan evaluasi penting ke depan. “Kebijakan publik harus berbasis data. Tidak boleh top-down,” ujarnya.
Sementara itu, akademisi dari FISIP Undana memandang hasil 80,10 persen sebagai sinyal legitimasi kuat bagi duet Christian–Serena. Mayoritas responden bahkan tidak menyebut kelemahan signifikan dalam kepemimpinan mereka, menunjukkan tingkat penerimaan publik yang tinggi sejak awal masa jabatan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












