Ia juga menyampaikan apresiasi dan membuka ruang kolaborasi bersama BPVP Kupang untuk menyiapkan tenaga kerja terampil, sekaligus memperluas akses magang bagi lulusan pelatihan vokasi. Wali Kota bahkan mendorong setiap perangkat daerah menampung minimal dua lulusan terbaik sesuai bidang.
Dinas Nakertrans bersama Bappeda diminta mengkaji kerja sama resmi dengan BPVP serta melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja terampil di Kota Kupang. “Pemkot selalu terbuka bagi pihak yang mau memberi kontribusi nyata untuk pengembangan SDM. Tumbuh itu dimulai ketika kita mau mendengar,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Koordinator BPVP Kupang Wilfrianus Sabon Tawa memaparkan program pelatihan vokasi tahun 2025 yang mencakup 26 program di berbagai sektor, mulai dari otomotif, bisnis dan manajemen, mebel, hingga pelatihan digital seperti konten kreator dan pemasaran digital. Setiap program menghasilkan 16 lulusan siap kerja.
Kepala Dinas Nakertrans Kota Kupang, Thomas Dagang, menyambut baik rencana pendirian BLK tersebut. Ia menilai hal ini sebagai bukti nyata perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran. “Kota Kupang memang belum memiliki BLK, padahal masyarakat pengangguran kita banyak. Sesuai perintah Wali Kota, kita harus membuat BLK,” tegas Thomas.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












