DPRD NTT Soroti Persoalan Flobamor, dari Perbaikan Kapal hingga Pajak Hotel Sasando

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo

 

NTT-Terkini.com, Kupang– Komisi III DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti tiga persoalan yang berkaitan dengan PT Flobamor (Perseroda), mulai dari dugaan maladministrasi pekerjaan perbaikan kapal, dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Hotel Sasando, hingga informasi mengenai tunggakan pajak hotel tersebut.

Ketiga persoalan itu dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Ruang Komisi III DPRD NTT, Jumat, 9 Oktober 2026. Rapat tersebut menjadi ruang bagi DPRD untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD).

Baca Juga :  Guru Besar UI Bongkar Persoalan Komoditas NTT: Investasi Harus Berpihak pada Mutu dan Petani

Selain manajemen PT Flobamor, rapat tersebut melibatkan perangkat pemerintah daerah dan perwakilan Firma Hukum Iga Made Agung & Rekan.

RDP itu juga merupakan tindak lanjut atas surat Nomor 02-06/UGA-PPH/BKS/X/2026 mengenai permohonan audiensi dari firma hukum tersebut, termasuk pembahasan penyelesaian hak PT Duku Raya terkait biaya pekerjaan perbaikan yang disebut telah dibayarkan oleh PT Flobamor.

Baca Juga :  Tutup KARSA NUSA 2026, Gubernur Melki Pacu Transformasi Ekonomi dan Hilirisasi Komoditas

Rapat dipimpin Sekretaris Komisi III DPRD NTT, Drs. Refafi Gah, S.H., M.Pd., didampingi Ketua Komisi III Yohanes De Rosari, S.E., serta Wakil Ketua Komisi III Pata Vinsensius, S.H., M.M.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung