Hasil Kajian FEB Undana, Belu Paling Potensial Jadi Pusat Perdagangan Indonesia-Timor Leste

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo
oplus_2

Dalam perdagangan lintas batas, barang yang masuk ke Timor Leste melalui NTT belum tentu seluruhnya diproduksi di wilayah tersebut. Sebagian barang dapat berasal dari provinsi lain di Indonesia yang didistribusikan melalui NTT.

Kondisi ini membuat pemetaan asal produk menjadi penting untuk menentukan potensi ekonomi yang benar-benar dapat dikembangkan oleh pelaku usaha lokal.

Baca Juga :  DPRD NTT Soroti Persoalan Flobamor, dari Perbaikan Kapal hingga Pajak Hotel Sasando

Kajian lebih mendalam diperlukan untuk mengidentifikasi komoditas yang berasal dari NTT, produk yang sekadar melewati wilayah tersebut, serta jenis barang yang paling banyak diminati pasar Timor Leste.

Komoditas seperti kopi, rempah-rempah, dan berbagai hasil bumi dapat menjadi bagian dari pemetaan tersebut. Namun, pengembangannya perlu disesuaikan dengan data permintaan, kapasitas produksi, standar mutu, dan kebutuhan pasar.

Baca Juga :  Di Tengah Fiskal Terbatas, Pemkab Manggarai Pinjam Rp46 Miliar dari Bank NTT

Dengan data yang lebih terperinci, pemerintah dan pelaku usaha dapat menentukan sektor yang paling menjanjikan untuk dikembangkan melalui kerja sama perdagangan lintas negara.

Peluang Ekonomi Perbatasan

Kajian FEB Undana ini memberikan gambaran awal bahwa Kabupaten Belu memiliki modal kuat untuk dipertimbangkan sebagai simpul perdagangan dan logistik Indonesia-Timor Leste.

Keunggulan sektor perdagangan, posisi geografis, dan keberadaan PLBN Motaain menjadi sejumlah faktor yang mendukung potensi tersebut.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung