Berdasarkan data lalu lintas barang hingga Agustus 2026 yang dibahas dalam kajian, sebagian besar komoditas yang dibeli masyarakat Timor Leste dari Indonesia berupa produk jadi, bukan semata-mata bahan mentah.
Temuan ini menjadi catatan penting dalam merancang strategi industrialisasi untuk mendukung pengembangan zona perdagangan bebas.
Sebab, apabila pengembangan industri hanya berorientasi pada produksi bahan mentah, terdapat risiko produk yang dihasilkan tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pasar Timor Leste.
Karena itu, hilirisasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.
Komoditas yang selama ini dijual dalam bentuk bahan mentah perlu diolah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi agar memiliki nilai tambah sekaligus menjawab permintaan pasar.
Langkah tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha baru, memperluas pasar bagi produk lokal, serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas yang dihasilkan masyarakat NTT.
Namun, strategi hilirisasi perlu didasarkan pada pemetaan kebutuhan pasar yang lebih terperinci agar produk yang dikembangkan benar-benar memiliki peluang untuk dipasarkan.
Asal Produk Ekspor Masih Perlu Dipetakan
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah belum terperincinya kontribusi produk asli NTT dalam keseluruhan arus perdagangan Indonesia menuju Timor Leste.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












