Namun, persoalan muncul karena sumber uang yang dikumpulkan tersebut diduga berasal dari aktivitas permainan yang dipersoalkan sebagai perjudian dan dikemas dengan berbagai istilah, termasuk arisan berhadiah dan permainan adu ketangkasan.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan besar. Jika pemerintah daerah memang tidak memiliki dana operasional, mengapa kegiatan pameran tetap dilaksanakan dengan mekanisme pembiayaan yang diduga bersumber dari aktivitas perjudian?
Ketua Pemuda Gereja Menggelama Kecam Keras
Ketua Pemuda Gereja Menggelama, Arianto Panie, mengecam keras dugaan praktik perjudian yang disebut berlangsung dalam kegiatan pameran UMKM tersebut.
Kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Arianto mempertanyakan alasan pemerintah tetap menyelenggarakan pameran apabila sejak awal tidak memiliki anggaran operasional yang memadai.
“Aneh jika mau buat pameran tetapi tidak ada dana operasional, lalu akhirnya melegalkan judi hanya untuk membiayai operasional pameran,” demikian inti pernyataan Arianto.
Menurut dia, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Terlebih, sebelumnya telah muncul desakan dari sejumlah pihak agar aktivitas yang diduga perjudian tersebut dihentikan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












