Tak Ada Dana Operasional Pameran, Pemda Rote Ndao Diduga Biarkan Judi Berkedok Adu Ketangkasan

Avatar photo
Reporter : Jeki Mansula

NTT-Terkini.com, ROTE NDAO — Polemik dugaan praktik perjudian dalam rangkaian pameran UMKM di Kabupaten Rote Ndao kembali mencuat. Kali ini, sorotan tertuju pada alasan di balik pengumpulan uang dari sejumlah peserta pameran yang disebut-sebut digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional kegiatan.

Dugaan tersebut mencuat setelah GB, pihak yang disebut terlibat dalam pengumpulan dana dari sejumlah stand permainan, mengungkap bahwa skema tersebut berawal dari rapat antara peserta pameran dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sebelum kegiatan dibuka.

Baca Juga :  Penyidik Polres Rote Ndao Limpahkan Tersangka dan 3.290 Liter Solar Subsidi ke JPU

Kepada media, GB menyebut rapat berlangsung di Ruang TBUPP Pemkab Rote Ndao. Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Pelaksana Perayaan HUT RI yang juga Asisten I Setda Rote Ndao, Petson Soleman Hangge, S.Sos., disebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki anggaran untuk membiayai kebutuhan operasional pameran.

Kebutuhan tersebut, menurut GB, antara lain penyewaan tata cahaya atau lighting, sound system, pasokan listrik PLN hingga hadiah hiburan.

Baca Juga :  Membedah Arisan Berbayar Berhadiah di Expo UMKM Rote Ndao: Arisan atau Perjudian?

Karena keterbatasan anggaran tersebut, sekitar 22 peserta yang terdaftar disebut menyatakan kesediaan membantu kebutuhan panitia.

Besaran kontribusi kemudian ditentukan berdasarkan klasifikasi jenis usaha yang dijalankan peserta, termasuk stand arisan dan permainan ketangkasan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung