Daerah  

Mahasiswa S2 IKM Undana Gandeng Komunitas Difabel Rote Ndao, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Inklusif

Avatar photo
Reporter : Jeki Mansula

Selain itu, kegiatan juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif antara penyandang disabilitas, keluarga, masyarakat, relawan, dan petugas penanggulangan bencana agar proses evakuasi dapat berjalan lebih aman dan cepat.

Salah satu penyelenggara, Maurits R.L. Sjioen, mengatakan penyandang disabilitas merupakan kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi saat bencana apabila kebutuhan aksesibilitas dan dukungan khusus tidak terpenuhi.

Baca Juga :  Serena Francis Datang Langsung ke Sumba, Bawa Bantuan Rp50 Juta dari Solidaritas ASN Kota Kupang

“Pengurangan risiko bencana harus dilaksanakan dengan prinsip inklusif, sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi, perlindungan, dan pelayanan tanpa terkecuali,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesiapsiagaan penyandang disabilitas sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelompok rentan.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal (Leave No One Behind) dalam setiap upaya penanggulangan bencana,” tegas Maurits.

Baca Juga :  Undana Dorong Koperasi dan BUMDes Bersinergi, Perkuat Ekonomi Desa Anajiaka Sumba Tengah

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas difabel dalam membangun masyarakat Rote Ndao yang lebih tangguh menghadapi bencana.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung