Menurut Christian, keberadaan koperasi tidak boleh sekadar menjadi lembaga keuangan, tetapi harus mampu menjadi solusi nyata atas berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
“Koperasi hadir bukan hanya sebagai tempat simpan pinjam. Koperasi harus menjadi jawaban bagi kebutuhan ekonomi masyarakat dan mendorong anggotanya untuk bertumbuh bersama,” katanya.
Simbol Harapan dan Gotong Royong
Wali Kota menilai pembangunan kantor baru tersebut bukan hanya pembangunan fisik semata, melainkan simbol tumbuhnya harapan, kemandirian, dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi gerakan koperasi.
Ia bahkan menyebut koperasi sebagai salah satu bentuk paling nyata dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
“Koperasi adalah pengejawantahan nyata Pancasila. Nilai kebersamaan, keadilan sosial, dan gotong royong hidup di dalamnya. Pancasila tidak cukup dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan yang memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan ekonomi yang semakin cepat, Christian juga mengingatkan pentingnya inovasi agar koperasi tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan anggota.
“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar. Karena itu koperasi harus terus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan inovatif dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik,” pesannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












