NTT-Terkini.com, Kupang — Proses tender Penyelenggaraan Subsidi Angkutan Laut Perintis Pangkalan Kupang Trayek R26 dan R27 Tahun Anggaran 2026 dengan nilai total Rp20.307.511.000 diduga sarat permainan dan penyuapan.
Aparat penegak hukum, mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung hingga Kejati NTT, diminta segera mengusut dugaan praktik korupsi tersebut.
Desakan ini disampaikan Ketua Indonesia Fight Corruption (IFC), Sari Geni, SH, kepada wartawan di Kupang, Jumat (9/1/2026).
Menurut Geni, IFC telah menerima laporan masyarakat terkait proses tender yang dinilai tidak transparan dan menyimpang dari mekanisme pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Perhubungan Laut, yang dilaksanakan oleh KSOP Kelas III Kupang, Provinsi NTT.
“Kami menduga kuat terjadi praktik penyuapan besar-besaran serta permainan antara KPA, PPK, dan rekanan dalam proses tender ini,” tegas Geni.
Pemenang Tender Berubah dalam Hitungan Hari
Geni mengungkapkan, kejanggalan paling mencolok terjadi pada perubahan pemenang tender dalam waktu singkat, tanpa penjelasan mekanisme yang jelas.
Untuk Trayek R26, pada 27 Desember 2025, pemenang tender diumumkan PT Radika Bahari Nusantara, berdasarkan surat pesanan yang diterbitkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


