RUPS Bank NTT Putuskan Pergantian Direktur Kepatuhan, Chris Aode Diganti Revi dari Bank Jatim

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo
oplus_0

 

NTT-Terkini.com, Kupang – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa Bank NTT yang berlangsung hingga malam hari menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk pergantian Direktur Kepatuhan Bank NTT.
Dalam rapat yang berlangsung sejak pukul 14.00 Wita hingga hampir pukul 19.00 Wita itu, para pemegang saham menyepakati pemberhentian Direktur Kepatuhan sebelumnya, Chris Aode, dan menunjuk Revi dari Bank Jatim sebagai penggantinya.
Keputusan tersebut diambil setelah adanya rekomendasi dan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Setelah menerima surat dari OJK bahwa Ibu Rvi dari Bank Jatim telah dinyatakan lolos, maka dalam RUPS Luar Biasa tadi disetujui menjadi Direktur Kepatuhan Bank NTT,” ungkap Gubernur NTT, Melki Laka Lena usai RUPS.
Revi disebut memiliki pengalaman panjang di dunia perbankan. Selama kurang lebih 30 tahun, ia berkarier di Bank Jatim dan dinilai memiliki kapasitas untuk memperkuat tata kelola serta kepatuhan di tubuh Bank NTT.
Rencananya, pelantikan Direktur Kepatuhan yang baru akan dilakukan pada Selasa mendatang pukul 14.30 Wita.
Selain pergantian pejabat strategis, RUPS juga menyepakati penyesuaian struktur organisasi Bank NTT sesuai rekomendasi OJK. Jumlah direksi yang sebelumnya direncanakan tujuh orang dikembalikan menjadi lima direksi, sedangkan komisaris menjadi tiga orang.
RUPS Tahunan juga menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris serta menetapkan pembagian dividen tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Para kepala daerah sebagai pemegang saham menekankan agar Bank NTT semakin aktif mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur.
“Bank NTT harus hadir mendukung program strategis daerah dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar salah satu kepala daerah peserta RUPS.
Dalam forum tersebut, para pemegang saham juga menyepakati penambahan penyertaan modal dari sejumlah daerah, di antaranya Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp30 miliar, Kabupaten Malaka Rp5 miliar, dan Kabupaten Alor Rp3 miliar.
Tak hanya itu, Bank NTT juga terus memperkuat dukungan pembiayaan bagi masyarakat melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kini mencapai Rp350 miliar. Dari jumlah itu, Rp50 miliar dialokasikan khusus bagi pekerja migran asal NTT.
RUPS yang berlangsung penuh diskusi itu dinilai memberikan pemahaman lebih mendalam kepada para kepala daerah terkait kondisi internal dan arah pengembangan bisnis Bank NTT ke depan.***

Baca Juga :  220 Ribu Siswa NTT Menabung di Bank NTT, Torehkan Rekor MURI

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung