Kerjasama Media dan Pemda Rote Ndao Diduga Bermasalah

Avatar photo
Reporter : Jacki Mansula

“Dana sudah dicairkan karena bukti-bukti lengkap. PKS yang saya terima ada yang ditandatangani bulan Maret 2025, April 2025, dan Juli 2025. Semua PKS tersebut ditandatangani oleh mantan Kabag Umum Handryans Bessie. Tugas saya, kalau dokumen lengkap, saya cairkan,” tulis Karsem dalam pesan WhatsApp.

Mantan Kabag Umum Bantah Tanda Tangan PKS
Pernyataan tersebut justru berbanding terbalik dengan pengakuan Handryans Bessie. Saat dikonfirmasi media ini pada hari yang sama, Handryans dengan tegas membantah pernah menandatangani PKS dengan media mana pun.

Baca Juga :  Geger Heboh di Seed Resort Rote Ndao: Polisi Bantah Intimidasi WNA, Ternyata Dipicu Konflik ‘Dua Istri’

“Saya tidak pernah tanda tangan PKS. Saat itu saya di luar kota. Nanti saya pulang baru saya cek,” tulis Handryans singkat.

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan besar: siapa yang menandatangani PKS bernilai ratusan juta rupiah tersebut?

Ironisnya, informasi lain menyebutkan bahwa sebagian media penerima dana masih menggunakan badan usaha perseorangan, bukan Perseroan Terbatas (PT), sehingga patut dipertanyakan legalitasnya sebagai perusahaan pers yang memenuhi syarat kerja sama dengan pemerintah.

Baca Juga :  DPRD Apresiasi Pemkab Rote Ndao Raih WTP Enam Kali Berturut-turut, Sidang II Fokus Evaluasi APBD 2025

Pejabat Terkait Belum Beri Klarifikasi
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bagian Umum Setda Rote Ndao Robby Laapen serta Kepala Dinas Keuangan Rote Ndao, Dany Nalle, belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi terkait polemik ini.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung