Legislator Mengingatkan: “Guru Minta Pindah ke Tengah Kota? Itu Kekerasan Struktural Baru”
Ketua Komisi III DPRD, Neda Lalay, menyorot bahwa keinginan guru menumpuk di pusat kota justru akan memperbesar ketimpangan akses bimbingan bermutu bagi siswa.
“Guru minta pindah ke tengah kota itu salah. Pilar pendidikan daerah harus hadir di pinggir kota. Kalau kita mau pendidikan merata, maka guru berkualitas juga harus merata, bukan hanya di pusat kota,” tegas Neda.
Kesimpulan: Pendidikan Tidak Lagi Ukur Seragam Sekolah, Tapi Ukur Masa Depan SDM Kota
Kupang kini memulai babak baru: pendidikan bukan hanya menghapus ketimpangan kelas sosial, tetapi menghapus garis imajiner antara pusat dan tepi kota. Dengan rotasi beasiswa, pelatihan guru, dan normalisasi teknologi belajar, Kota Kupang sedang menyiapkan generasi yang bukan hanya naik kelas—tetapi naik peradaban.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
