NTT-Terkini.com, Rote Ndao – Kekosongan dokter spesialis kandungan (Obgyn) di RSUD Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, memicu kekhawatiran serius terhadap meningkatnya angka kematian ibu dan anak di wilayah paling selatan Indonesia tersebut.
Seorang dokter senior yang bertugas di Rote Ndao, yang meminta namanya tidak dipublikasikan, menyebut kondisi tanpa dokter spesialis kandungan sangat berisiko bagi keselamatan ibu hamil dan bayi.
“Ketika satu daerah tidak memiliki dokter obgyn, saya bisa pastikan angka kematian ibu dan anak akan meningkat. Ini situasi yang sangat riskan,” ujarnya saat dikonfirmasi media.
Ia menilai pihak manajemen rumah sakit dan dinas kesehatan seharusnya segera mengambil langkah cepat, bukan hanya menunggu usulan ke pemerintah pusat.
“Harusnya Direktur RSU dan Plt Kadinkes cari solusi cepat, misalnya meminjam dokter spesialis dari rumah sakit di Kota Kupang atau RS provinsi, minimal dua hari dalam seminggu bertugas di Rote dengan insentif khusus. Kalau hanya usul ke pusat, prosesnya lama dan bisa ada korban,” tegasnya.
Dokter Hengkang Diduga Karena Insentif
Media juga memperoleh informasi bahwa hengkangnya dokter spesialis kandungan dan penyakit dalam dari Rote Ndao diduga berkaitan dengan penghentian insentif daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












