Daerah  

Rote Ndao Tanpa Dokter Kandungan, Ancaman Kematian Ibu dan Bayi Mengintai

Avatar photo
Reporter : Jeki Mansula

NTT-Terkini.com, Rote Ndao – Kekosongan dokter spesialis kandungan (Obgyn) di RSUD Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, memicu kekhawatiran serius terhadap meningkatnya angka kematian ibu dan anak di wilayah paling selatan Indonesia tersebut.

Seorang dokter senior yang bertugas di Rote Ndao, yang meminta namanya tidak dipublikasikan, menyebut kondisi tanpa dokter spesialis kandungan sangat berisiko bagi keselamatan ibu hamil dan bayi.

Baca Juga :  Pemkab Rote Ndao Anggarkan Rp990 Juta untuk PJU, 55 Lampu Jalan Jadi Target 2026

“Ketika satu daerah tidak memiliki dokter obgyn, saya bisa pastikan angka kematian ibu dan anak akan meningkat. Ini situasi yang sangat riskan,” ujarnya saat dikonfirmasi media.

Ia menilai pihak manajemen rumah sakit dan dinas kesehatan seharusnya segera mengambil langkah cepat, bukan hanya menunggu usulan ke pemerintah pusat.

“Harusnya Direktur RSU dan Plt Kadinkes cari solusi cepat, misalnya meminjam dokter spesialis dari rumah sakit di Kota Kupang atau RS provinsi, minimal dua hari dalam seminggu bertugas di Rote dengan insentif khusus. Kalau hanya usul ke pusat, prosesnya lama dan bisa ada korban,” tegasnya.

Baca Juga :  PIKI Peduli Sambangi Golewa Barat, Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa

Dokter Hengkang Diduga Karena Insentif
Media juga memperoleh informasi bahwa hengkangnya dokter spesialis kandungan dan penyakit dalam dari Rote Ndao diduga berkaitan dengan penghentian insentif daerah.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung