PAUD di Kupang Tak Lagi Bicara Sekolah, Tapi Bicara “Tumbuh Manusia”

Avatar photo
Reporter : Tim

 

NTT-Terkini.com, Kupang – Pendidikan Anak Usia Dini di Kota Kupang sedang mengalami pergeseran besar: bukan lagi sekadar jenjang sebelum SD, melainkan ekosistem tumbuh kembang manusia sejak masa emas kehidupan.

Pemerintah Kota Kupang menggenjot penguatan PAUD Holistik Integratif, sebuah model yang menautkan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak dalam satu desain kebijakan.

Baca Juga :  PIKI Peduli Sambangi Golewa Barat, Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, menegaskan bahwa masa depan SDM kota dimulai bukan pada bangku sekolah dasar, tetapi pada kecukupan gizi, pola asuh keluarga, dan stimulasi perkembangan anak usia 4–6 tahun.

“PAUD adalah masa emas. Kalau kita mau bangun generasi unggul, intervensi tidak bisa sektoral. Pendidikan di kelas harus jalan bersama dukungan gizi, kesehatan, moral, sampai pengasuhan di keluarga. PAUD tidak lagi berjalan sendiri-sendiri,” ujar Ernest, Rabu 19 November 2025.

Baca Juga :  Pemkab Rote Ndao Anggarkan Rp990 Juta untuk PJU, 55 Lampu Jalan Jadi Target 2026

 

Pernyataan itu disampaikan di hadapan 278 pengelola PAUD se-Kota Kupang dalam kegiatan sosialisasi Wajib Belajar Satu Tahun Pra-SD, yang digelar di Biro Administrasi Pimpinan Setda Kota Kupang bekerja sama dengan Universitas Citra Bangsa di Kampus UCB, Kupang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung