Daerah  

Wali Kota Kupang: Tidak Ada Superman, yang Ada Superteam, Juara Kebersihan Harus Jadi Budaya

Avatar photo
Reporter : Tim

Christian menilai keberadaan komunitas seperti Beta Bersih menunjukkan bahwa persoalan kota tidak harus selalu menunggu pemerintah untuk menyelesaikannya.

Menurut dia, Kota Kupang merupakan rumah bersama sehingga seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaganya.

“Komunitas Beta Bersih adalah contoh nyata bahwa dengan kolaborasi kita bisa melalui banyak hambatan, rintangan dan tantangan. Kota Kupang bukan milik satu orang atau milik pemerintah saja, tetapi Kota Kupang adalah rumah bersama,” katanya.

Baca Juga :  Kota Kupang Borong Dua Penghargaan Nasional, Bawa Pulang Rp1 Miliar dan 250 Bedah Rumah

Ia juga mengapresiasi inisiatif komunitas tersebut yang menginisiasi lomba kebersihan antarkelurahan sekaligus mendorong masyarakat untuk terlibat langsung menjaga lingkungan.

“Komunitas Beta Bersih ini tidak pernah bertanya apa yang negara kasih kepada kita, tetapi apa yang bisa kita kasih duluan kepada negara,” ujar Christian.

Ia kemudian mengibaratkan komunitas tersebut seperti kapal yang tidak dibuat untuk terus bersandar di dermaga, tetapi berlayar menghadapi berbagai tantangan.

Baca Juga :  Lantik 114 Penggerak Kecamatan, dr. Widya: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

“Komunitas Beta Bersih ini dibuat untuk berdampak bagi lingkungan sekitar, membelah lautan masalah yang ada di Kota Kupang,” ungkapnya.

Kebersihan Adalah Pembangunan

Christian menegaskan, pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang jalan, gedung dan berbagai infrastruktur fisik. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga menjadi bagian penting dari pembangunan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung