Menurutnya, sebuah kota tidak otomatis disebut maju hanya karena memiliki gedung tinggi, jalan yang baik atau infrastruktur yang megah.
“Satu selokan yang tidak lagi dipenuhi sampah, satu pekarangan yang selalu dibersihkan, satu pohon yang ditanam, satu warga yang sadar bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Itu adalah pembangunan sebuah kota,” tuturnya.
Karena itu, ia meminta para lurah menjadikan kebersihan sebagai gerakan yang berlangsung terus-menerus, bukan hanya ketika menghadapi penilaian lomba.
Juara Bukan Hanya yang Nilainya Tertinggi
Menariknya, Christian juga mengusulkan agar mekanisme lomba kebersihan antarkelurahan pada tahun-tahun mendatang dikembangkan.
Menurut dia, penilaian tidak semestinya hanya berfokus pada kelurahan yang memperoleh nilai tertinggi. Kelurahan yang menunjukkan peningkatan paling signifikan dibandingkan tahun sebelumnya juga perlu mendapat apresiasi.
“Bukan hanya tentang siapa yang paling tinggi, tetapi siapa yang meningkat paling banyak,” katanya.
Ia juga mengusulkan kategori tambahan seperti kelurahan terhijau, kelurahan dengan partisipasi masyarakat terbanyak, serta kelurahan dengan drainase atau selokan paling bersih.
Ini Daftar Kelurahan Penerima Penghargaan
Dalam lomba kebersihan antarkelurahan tersebut, Kelurahan Nunbaun Sabu berhasil keluar sebagai Juara I.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












