Daerah  

Wali Kota Kupang: Tidak Ada Superman, yang Ada Superteam, Juara Kebersihan Harus Jadi Budaya

Avatar photo
Reporter : Tim

Menurutnya, sebuah kota tidak otomatis disebut maju hanya karena memiliki gedung tinggi, jalan yang baik atau infrastruktur yang megah.

“Satu selokan yang tidak lagi dipenuhi sampah, satu pekarangan yang selalu dibersihkan, satu pohon yang ditanam, satu warga yang sadar bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Itu adalah pembangunan sebuah kota,” tuturnya.

Baca Juga :  Usai Menikah, Wawali Serena Datang Sendiri ke Dukcapil: Jabatan Tak Mengubah Kewajiban Warga

Karena itu, ia meminta para lurah menjadikan kebersihan sebagai gerakan yang berlangsung terus-menerus, bukan hanya ketika menghadapi penilaian lomba.

Juara Bukan Hanya yang Nilainya Tertinggi

Menariknya, Christian juga mengusulkan agar mekanisme lomba kebersihan antarkelurahan pada tahun-tahun mendatang dikembangkan.

Menurut dia, penilaian tidak semestinya hanya berfokus pada kelurahan yang memperoleh nilai tertinggi. Kelurahan yang menunjukkan peningkatan paling signifikan dibandingkan tahun sebelumnya juga perlu mendapat apresiasi.

Baca Juga :  PIKI Peduli Sambangi Golewa Barat, Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa

“Bukan hanya tentang siapa yang paling tinggi, tetapi siapa yang meningkat paling banyak,” katanya.

Ia juga mengusulkan kategori tambahan seperti kelurahan terhijau, kelurahan dengan partisipasi masyarakat terbanyak, serta kelurahan dengan drainase atau selokan paling bersih.

Ini Daftar Kelurahan Penerima Penghargaan

Dalam lomba kebersihan antarkelurahan tersebut, Kelurahan Nunbaun Sabu berhasil keluar sebagai Juara I.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung