Hadapi Keterbatasan Tenaga Ahli, IDI NTT Gandeng Pramuka Perluas Layanan Trauma Healing Korban Bencana

Avatar photo
Reporter : Tim

NTT-Terkini.com, Kupang – Menyiasati keterbatasan dokter jiwa dan psikolog di tengah banyaknya kebutuhan pendampingan pascabencana, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur menggandeng Gerakan Pramuka dan Rumah Sakit Umum W.Z. Yohanes untuk memperluas jangkauan layanan pemulihan psikologis atau trauma healing.

Ketua IDI Wilayah NTT, dr. Stefanus Soka, Sp.B., MKM menyampaikan hal ini dalam keterangan resmi, Jumat (11/9/2026). Menurutnya, kerja sama strategis ini dipilih karena Pramuka memiliki keunggulan jaringan yang luas dan jumlah anggota yang banyak hingga ke tingkat lapangan—mulai dari Kwarda, Kwarcab, hingga Gugus Depan di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Ketua DPRD NTT Ingatkan PAD Jangan Hanya Bergantung pada Pajak Kendaraan

“Tenaga ahli seperti dokter jiwa dan psikolog jumlahnya terbatas, sementara posko-posko bencana sangat banyak. Di sisi lain, penanganan awal trauma healing sangat membutuhkan pendekatan yang bersifat menghibur dan rekreatif, dan ini adalah keunggulan yang dimiliki Pramuka,” ujar dr. Stefanus.

Langkah nyata telah dilaksanakan pada tanggal 9 September lalu, berupa pelatihan konsep dasar trauma healing bagi para anggota Pramuka di daerah terdampak. Kegiatan ini difasilitasi oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan RS W.Z. Yohanes bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Jiwa. IDI NTT tidak hanya membiayai pelatihan, tetapi juga mendukung penuh seluruh peralatan dan kebutuhan sarana yang diperlukan agar kegiatan berjalan lancar.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung