“Judi membuat banyak pekerjaan tidak berjalan. Judi itu besar dampaknya, bahkan banyak pegawai, polisi berkelahi, minta cerai dengan istri karena gara-gara judi,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa penanganan persoalan tersebut membutuhkan kerja sama semua pihak.
Menurutnya, manaleo yang melibatkan pemerintah, Gereja dan tokoh adat harus mengambil peran bersama dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.
“Ini peran besar pimpinan umat, pemerintah, manaleo—pemerintah, Gereja dan tokoh adat—perlu kerja sama yang baik,” katanya.
Polisi Diminta Beri Efek Jera
Mariana juga meminta kepolisian tidak setengah hati dalam menangani aktivitas yang terbukti melanggar hukum.
Menurutnya, jika ditemukan unsur perjudian, proses hukum harus dilakukan sesuai ketentuan agar memberikan efek jera.
“Kepolisian perlu ada ketegasan dalam penindakan. Jangan habis tangkap, setelah ngopi bersama lalu lepas. Harus bawa ke pengadilan agar ada efek jera,” tegas Ketua Klasis Lobalain.
Ia berharap pemerintah, aparat keamanan, Gereja, tokoh adat dan masyarakat dapat bersama-sama memastikan pameran HUT RI di Rote Ndao benar-benar menjadi ruang yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, bukan justru menjadi tempat berkembangnya aktivitas yang berpotensi merusak kehidupan sosial.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










