Mariana juga menyoroti dugaan konsumsi minuman keras yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Setelah usai festival budaya, sisi lain yang menjadi sorotan utama masyarakat fokus ke stand-stand terselubung judi. Ada yang bebas konsumsi miras, mengganggu kenyamanan dan keamanan dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Bupati Diminta Tegas kepada Panitia
Ia juga meminta Bupati Rote Ndao mengambil langkah tegas terhadap panitia apabila ditemukan kelalaian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Menurut Mariana, keberhasilan pameran tidak boleh hanya diukur dari ramainya pengunjung atau perputaran ekonomi, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara menjaga kegiatan tetap aman, tertib dan bebas dari aktivitas yang melanggar aturan.
“Harus ada ketegasan dari Bupati Rote Ndao kepada panitia-panitia yang terkesan lalai dari tupoksinya,” tegasnya.
Gereja Tolak Perjudian dalam Bentuk Apa Pun
Mariana kembali menegaskan sikap Gereja terhadap perjudian.
“Pada prinsipnya Gereja tidak pernah setuju yang namanya perjudian diizinkan dalam bentuk apa pun. Di mana saja Gereja tidak akan setuju karena bisa merusak mental masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan dampak perjudian dapat meluas hingga mengganggu pekerjaan, hubungan keluarga dan kondisi ekonomi masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










