Daerah  

Ketua Klasis Lobalain Desak Polisi Cabut Izin Judi Berkedok Ketangkasan di Pameran Rote Ndao

Avatar photo
Reporter : Jeki Mansula
Oplus_131072

Mariana juga menyoroti dugaan konsumsi minuman keras yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Setelah usai festival budaya, sisi lain yang menjadi sorotan utama masyarakat fokus ke stand-stand terselubung judi. Ada yang bebas konsumsi miras, mengganggu kenyamanan dan keamanan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Bupati Diminta Tegas kepada Panitia

Ia juga meminta Bupati Rote Ndao mengambil langkah tegas terhadap panitia apabila ditemukan kelalaian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Baca Juga :  PIKI Peduli Sambangi Golewa Barat, Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa

Menurut Mariana, keberhasilan pameran tidak boleh hanya diukur dari ramainya pengunjung atau perputaran ekonomi, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara menjaga kegiatan tetap aman, tertib dan bebas dari aktivitas yang melanggar aturan.

“Harus ada ketegasan dari Bupati Rote Ndao kepada panitia-panitia yang terkesan lalai dari tupoksinya,” tegasnya.

Gereja Tolak Perjudian dalam Bentuk Apa Pun

Mariana kembali menegaskan sikap Gereja terhadap perjudian.

Baca Juga :  Pemkab Rote Ndao Anggarkan Rp990 Juta untuk PJU, 55 Lampu Jalan Jadi Target 2026

“Pada prinsipnya Gereja tidak pernah setuju yang namanya perjudian diizinkan dalam bentuk apa pun. Di mana saja Gereja tidak akan setuju karena bisa merusak mental masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan dampak perjudian dapat meluas hingga mengganggu pekerjaan, hubungan keluarga dan kondisi ekonomi masyarakat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung