Daerah  

Ketua Klasis Lobalain Desak Polisi Cabut Izin Judi Berkedok Ketangkasan di Pameran Rote Ndao

Avatar photo
Reporter : Jeki Mansula
Oplus_131072

Ia mempertanyakan bagaimana aktivitas yang diduga perjudian dapat berlangsung di lokasi tersebut, terlebih letaknya juga berdampingan dengan Polsek Lobalain.

“Masak orang main judi di tengah-tengah sementara dikelilingi oleh rumah ibadah dan berdampingan langsung Polsek Lobalain. Ini ada apa sebenarnya?” kesalnya.

Menurut Mariana, kondisi tersebut terasa ironis karena pembukaan pameran justru diawali dengan kegiatan keagamaan seperti KKR dan doa bersama.

Baca Juga :  Membedah Arisan Berbayar Berhadiah di Expo UMKM Rote Ndao: Arisan atau Perjudian?

“Awal pembukaan pameran selalu diawali dengan KKR dan doa bersama, tapi fakta yang tersembunyi sangat miris,” ujarnya.

Panitia dan Polisi Harus Dievaluasi

Mariana meminta panitia dan kepolisian dievaluasi secara menyeluruh.

Evaluasi, menurutnya, tidak boleh hanya melihat aspek pendapatan atau income, tetapi juga harus mencakup seluruh aktivitas yang berlangsung di lokasi pameran.

Baca Juga :  PIKI Peduli Sambangi Golewa Barat, Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa

“Panitia dan kepolisian perlu dievaluasi. Bukan sekadar income, tetapi tentang semua yang terjadi di sana, termasuk judi,” katanya.

Ia meminta stand yang terbukti melakukan aktivitas perjudian segera dihentikan.

Selain itu, panitia dan aparat keamanan diminta menerapkan disiplin waktu terhadap seluruh kegiatan di lokasi pameran.

Setelah festival budaya selesai sesuai waktu yang telah disepakati, lampu-lampu di lokasi diminta dimatikan dan petugas keamanan melakukan kontrol untuk mencegah munculnya aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung