NTT-Terkini.com, Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, mengajak generasi muda untuk menjadi pelaku perubahan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Serena saat menghadiri kegiatan “Youth in Action: Bumi Bersih, Rupiah Bermakna, untuk Kupang Lebih NAMAS” yang digelar Yayasan Cita Masyarakat Madani bersama Indonesian Youth Advisory Kupang dan Bank Indonesia di kawasan Pantai Mangrove Oesapa Barat, Sabtu (30/5).
Kegiatan yang melibatkan puluhan anak muda, pelajar, guru, komunitas lokal, serta pegiat lingkungan itu diisi dengan aksi bersih-bersih lingkungan, penanaman mangrove, hingga edukasi lingkungan dan literasi keuangan.
Dalam sambutannya, Serena mengaku bangga melihat semangat generasi muda yang tidak sekadar hadir mengikuti kegiatan seremonial, tetapi terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga lingkungan.
“Saya senang sekali karena hari ini banyak anak muda yang hadir bukan hanya untuk mendengar teori, tetapi langsung turun melakukan aksi. Ini yang kita butuhkan. Anak-anak muda yang tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi ikut menciptakan perubahan itu sendiri,” ujar Serena.
Menurutnya, masa depan Kota Kupang tidak dibangun oleh mereka yang hanya pandai berbicara, melainkan oleh anak-anak muda yang berani mengambil peran dan bekerja nyata untuk masyarakat.
Serena mengungkapkan kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen yang pernah disampaikannya kepada komunitas Indonesian Youth Advisory Kupang saat diajak mengikuti aksi lingkungan beberapa waktu lalu.
“Ketika teman-teman mengajak saya untuk ikut dalam aksi lingkungan, saya langsung merespons bahwa kalau ada kegiatan berikutnya, saya ingin ikut. Hari ini saya senang karena bisa hadir dan melihat sendiri semangat luar biasa dari anak-anak muda dan adik-adik peserta,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para siswa sekolah dasar yang mengikuti kegiatan sejak pagi hari. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Serena mengajak anak-anak untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa botol minum sendiri, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kita membangun budaya peduli lingkungan dari hal-hal kecil. Kalau kita terbiasa menjaga kebersihan sejak sekarang, maka ketika dewasa nanti kita akan menjadi generasi yang memiliki kesadaran untuk menjaga kota ini bersama-sama,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa persoalan lingkungan bukan lagi ancaman masa depan, melainkan sudah dirasakan masyarakat saat ini melalui perubahan iklim, suhu yang semakin panas, kerusakan lingkungan, hingga persoalan sampah yang terus meningkat.
“Ketika kita berbicara tentang lingkungan, sebenarnya kita sedang berbicara tentang masa depan kita sendiri. Yang pertama merasakan dampaknya adalah masyarakat. Karena itu kita tidak bisa menunggu orang lain bergerak. Kita harus mulai dari diri sendiri,” tegasnya.
Serena turut mengapresiasi Yayasan Cita Masyarakat Madani, Indonesian Youth Advisory Kupang, Bank Indonesia, komunitas lokal, dan seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan lembaga lainnya dapat bekerja bersama menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan.
Ia juga menilai tema “Kupang Lebih NAMAS” sangat relevan dengan semangat pembangunan Kota Kupang saat ini.
“Bagi saya, NAMAS bukan hanya tentang kota yang bersih secara fisik. NAMAS juga berarti adanya kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong untuk menjaga lingkungan dan masa depan kota ini bersama-sama,” ujarnya.
Serena menegaskan Pemerintah Kota Kupang akan terus membuka ruang kolaborasi bagi komunitas anak muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di bidang lingkungan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan karakter generasi muda.
“Saya percaya anak muda hari ini bukan hanya penerus masa depan, tetapi penentu arah masa depan itu sendiri. Karena itu Pemerintah Kota Kupang akan selalu membuka ruang kolaborasi bagi anak-anak muda yang ingin berkarya dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan dari Yayasan Cita Masyarakat Madani, Sapris Takain, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran generasi muda sebagai agen perubahan.
Presidium Indonesian Youth Advisory Kupang, Amandus Sali Kofi, menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah mempertemukan berbagai komunitas dan anak muda dari beragam latar belakang untuk saling berkolaborasi dan memberikan kontribusi nyata bagi Kota Kupang.
Usai membuka kegiatan, Wakil Wali Kota Kupang bersama para peserta melakukan penanaman anakan mangrove di kawasan pesisir Pantai Mangrove Oesapa Barat sebagai simbol komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan Kota Kupang.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












