Meski demikian, Pemerintah Kota Kupang memilih untuk terus bergerak dengan memperkuat berbagai program ketahanan iklim. Sejumlah langkah yang telah dan sedang dijalankan antara lain gerakan tanam air dan panen air, rehabilitasi daerah aliran sungai, reboisasi, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan, serta pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Ignasius menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kota Kupang dalam forum tersebut bukan semata-mata untuk mencari sumber pendanaan, tetapi juga menunjukkan komitmen dan kesiapan daerah dalam menjalankan program aksi iklim secara berkelanjutan.
“Pendanaan iklim bukan sekadar soal uang. Ini adalah investasi untuk menjaga sumber daya air, melindungi masyarakat rentan, dan memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati lingkungan yang layak huni,” tegasnya.
Ia menilai tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks tidak mungkin dihadapi oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga donor, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan komunitas lokal.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Kupang juga memaparkan berbagai risiko iklim yang dihadapi daerah serta sejumlah program adaptasi yang tengah dan akan dijalankan. Paparan itu diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra pendanaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
