Indeks
Daerah  

Greg Bantah Isu Keterlibatan Pak Mus dalam Kompensasi Montara di Nemberala

Reporter : Tim

 

NTT-Terkini.com, Rote Ndao – Greg, salah satu pihak yang terlibat dalam proses advokasi dan perhitungan kompensasi bagi petani rumput laut terdampak tumpahan minyak Montara di Kabupaten Rote Ndao, menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya rumor yang menyebut keterlibatan Erasmus Frans atau yang dikenal sebagai Pak Mus dalam rendahnya nilai kompensasi bagi Desa Nemberala.
Dalam pernyataan pribadinya kepada masyarakat Rote Barat, Greg mengaku sangat kecewa dengan rumor yang dinilainya tidak benar dan bersifat merugikan.
Greg menjelaskan bahwa tumpahan minyak Montara terjadi sekitar September 2009. Dalam proses pengumpulan data, ia bersama timnya melakukan kunjungan ke desa-desa pada tahun 2016 dan 2017 untuk bertemu dengan para pejabat desa dan petani rumput laut di 81 desa yang terdampak.
Saat itu, kata Greg, setiap desa diminta memberikan informasi terkait produksi rumput laut dan harga jual pada periode 2007 hingga 2015. Data tersebut diisi langsung oleh aparat desa masing-masing.
Menurutnya, data yang diberikan setiap desa berbeda-beda. Ada desa yang melaporkan harga rumput laut lebih tinggi, ada pula yang lebih rendah. Begitu juga dengan data produksi, di mana beberapa desa melaporkan penurunan tajam setelah tumpahan minyak Montara, sementara desa lain melaporkan adanya pemulihan produksi.
“Semua itu adalah statistik desa yang diberikan langsung oleh aparat desa,” jelasnya.
Greg menegaskan bahwa data yang dikumpulkan tersebut kemudian dibawa ke Sydney, Australia, untuk dihitung oleh tim pengacara dan akuntan. Mereka melakukan perhitungan kerugian yang dialami masing-masing desa dan petani rumput laut berdasarkan data yang diberikan.
Ia menegaskan tidak ada perubahan terhadap data tersebut, melainkan hanya dilakukan proses perhitungan.
Greg juga menjelaskan bahwa perbedaan besaran kompensasi antar desa merupakan hasil dari perhitungan tersebut. Desa Nemberala menerima kompensasi yang lebih rendah karena data yang diberikan oleh aparat desa pada saat itu menghasilkan nilai kerugian yang lebih kecil ketika dihitung.
“Hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pak Mus,” tegasnya.
Greg juga menceritakan hubungannya dengan Pak Mus selama berada di Rote. Sejak tahun 2014, ia bersama timnya sering menginap di Anugerah, tempat usaha milik Pak Mus. Ia menyebut Pak Mus dan keluarganya selalu memberikan pelayanan yang baik dan membuat timnya merasa seperti berada di rumah sendiri.
Menurutnya, satu-satunya transaksi keuangan antara dirinya dan Pak Mus hanyalah pembayaran biaya penginapan bagi dirinya dan tim. Ia juga menambahkan bahwa selama mereka menginap di sana, Pak Mus tidak pernah menaikkan tarif penginapan.
Greg mengaku sering berdiskusi dengan Pak Mus tentang bagaimana kehidupan masyarakat di Rote bisa menjadi lebih baik. Ia menilai Pak Mus merupakan sosok yang peduli terhadap Pulau Rote dan masyarakatnya.
Ia juga menegaskan bahwa selama mereka berinteraksi, tidak pernah ada pembicaraan mengenai manipulasi atau permainan dana kompensasi.
Greg menyayangkan munculnya rumor yang menuduh Pak Mus terlibat dalam pengaturan dana kompensasi, karena menurutnya tuduhan tersebut juga secara tidak langsung menuduh dirinya melakukan kecurangan.
Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya hanya berjuang di pengadilan untuk memperjuangkan hak para petani rumput laut dan memastikan kompensasi dibagikan sesuai dengan hasil perhitungan berdasarkan data yang diberikan oleh aparat desa.
Greg juga mengungkapkan bahwa selama proses tersebut ada pihak-pihak lain yang berusaha mengambil bagian dari dana kompensasi, namun ia berusaha melindungi dana tersebut agar tetap diberikan kepada para petani rumput laut.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya di Rote pada tahun 2024, Greg mengaku sempat berharap dapat kembali berkunjung sebagai sahabat bagi masyarakat di desa-desa. Namun, munculnya rumor tersebut membuatnya merasa kecewa dan mempertimbangkan untuk tidak kembali lagi ke Rote.
“Hal ini membuat saya sangat sedih,” ungkapnya.
Di akhir pesannya, Greg mengajak masyarakat Rote Barat untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Kristiani dengan tidak menyebarkan kebohongan serta saling menjaga sikap baik satu sama lain.
“Jangan berbohong tentang Pak Mus. Jangan juga berbohong tentang saya. Mari saling berbuat baik dan menjaga kedamaian,” tutupnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version