NTT-Terkini.com, Kupang — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti kinerja PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT yang dinilai belum optimal dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
DPRD meminta manajemen Bank NTT bekerja lebih serius untuk memenuhi target dividen serta memperkuat kontribusi nyata bagi kas daerah.
Sorotan tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD NTT dan jajaran manajemen Bank NTT yang digelar di Kupang, Rabu (21/1/2026).
Ketua Komisi III DPRD NTT, Yohanes De Rosari, mengungkapkan bahwa DPRD mencatat adanya penurunan target dividen Bank NTT dari sebelumnya Rp45 miliar menjadi Rp29 miliar. Penurunan tersebut dinilai tidak sejalan dengan posisi strategis Bank NTT sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang diharapkan menjadi salah satu penopang utama pendapatan provinsi.
“Dalam RDP terungkap bahwa target dividen mengalami penurunan yang cukup signifikan. Ini tentu menjadi perhatian serius kami. Untuk tahun 2026, Bank NTT harus berupaya memenuhi target dividen yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi,” tegas Yohanes, yang juga menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD NTT.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












