NTT-Terkini.com, Kupang – Pendidikan Anak Usia Dini di Kota Kupang sedang mengalami pergeseran besar: bukan lagi sekadar jenjang sebelum SD, melainkan ekosistem tumbuh kembang manusia sejak masa emas kehidupan.
Pemerintah Kota Kupang menggenjot penguatan PAUD Holistik Integratif, sebuah model yang menautkan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak dalam satu desain kebijakan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, menegaskan bahwa masa depan SDM kota dimulai bukan pada bangku sekolah dasar, tetapi pada kecukupan gizi, pola asuh keluarga, dan stimulasi perkembangan anak usia 4–6 tahun.
“PAUD adalah masa emas. Kalau kita mau bangun generasi unggul, intervensi tidak bisa sektoral. Pendidikan di kelas harus jalan bersama dukungan gizi, kesehatan, moral, sampai pengasuhan di keluarga. PAUD tidak lagi berjalan sendiri-sendiri,” ujar Ernest, Rabu 19 November 2025.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan 278 pengelola PAUD se-Kota Kupang dalam kegiatan sosialisasi Wajib Belajar Satu Tahun Pra-SD, yang digelar di Biro Administrasi Pimpinan Setda Kota Kupang bekerja sama dengan Universitas Citra Bangsa di Kampus UCB, Kupang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












