Daerah  

Beasiswa, Guru, Teknologi: Kupang Awali Revolusi “Pendidikan untuk Semua” dari Tepi Kota

Avatar photo
Reporter : Tim

Meski progress mulai terlihat di fasilitas, ketimpangan kualitas pendidikan masih terjadi antar kawasan dalam kota. Daerah pusat kota memiliki banyak guru berpengalaman dan berpendidikan tinggi, sementara kawasan tepi seperti Kecamatan Alak dan Naioni masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar terlatih.

Karena itu, Dinas Pendidikan mulai menjalankan redistribusi guru berbasis kualitas dan kuantitas, agar tenaga pendidik tidak menumpuk di sekolah tertentu, tetapi mengisi kekurangan di sekolah lain secara seimbang.

Baca Juga :  PIKI Peduli Sambangi Golewa Barat, Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa

“Akhir 2025 ini kami intens lakukan pendekatan redistribusi guru, baik secara kualitas maupun jumlah. Jangan ada yang kelebihan di satu sekolah, lalu kosong di sekolah lain,” ujar Okto.

Dukungan 100+ Layar Interaktif: Kupang Mau Anak Menang di Kompetisi Masa Depan

Soal lain yang kini jadi fokus adalah kesenjangan akses teknologi pendidikan. Literasi digital tak bisa hanya dikhotbahkan, tetapi harus disediakan. Untuk itu Pemkot dibantu melalui alokasi 100+ panel screen interaktif dan laptop bagi sekolah negeri dan swasta, sebagai dukungan sistem pembelajaran modern berbasis deep learning dan penguatan kurikulum Coding dan AI sejak SD dan SMP.

Baca Juga :  Membedah Arisan Berbayar Berhadiah di Expo UMKM Rote Ndao: Arisan atau Perjudian?

Tujuannya jelas: bukan hanya mencegah ketimpangan pendidikan saat ini, tetapi mencegah kekalahan di masa depan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung