Daerah  

Beasiswa, Guru, Teknologi: Kupang Awali Revolusi “Pendidikan untuk Semua” dari Tepi Kota

Avatar photo
Reporter : Tim

Kebijakan itu makin diperkuat melalui Surat Keputusan Wali Kota Kupang yang menginstruksikan penerimaan siswa dari seluruh latar sosial dan kondisi fisik, termasuk anak difabel. Artinya, sekolah wajib membuka gerbang bagi semua siswa, bukan hanya menerima pendaftar, tetapi menerima kebutuhan mereka.

Langkah ini juga diimbangi dengan pelatihan intensif bagi guru-guru reguler agar mampu mengajar dengan standar inklusi, didampingi tenaga pendidik dari sekolah penyelenggara Sekolah Inklusi Kupang. Okto Naiboho, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, menyebut peningkatan kapasitas guru sebagai tameng budaya anti-kekerasan sekolah.

Baca Juga :  Membedah Arisan Berbayar Berhadiah di Expo UMKM Rote Ndao: Arisan atau Perjudian?

“Dinas terus lakukan kiat-kiat pencegahan diskriminasi. Pendidikan ini untuk semua, tanpa pengecualian,” jelasnya.

 

65 Miliar untuk Infrastruktur, 70% Sekolah Sudah Layak Pakai

Pendanaan Rp 65 miliar dialokasikan ke pembangunan sekolah sepanjang 2025 melalui Dana Alokasi Umum Kota Kupang. Imbas percepatan ini mulai terukur nyata:

70% satuan pendidikan di Kupang kini masuk kategori layak pakai

Baca Juga :  PIKI Peduli Sambangi Golewa Barat, Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa

Ruang kelas lebih nyaman, inklusif, dan aman secara fisik maupun psikologis

Perbaikan infrastruktur bukan hanya kosmetik, tetapi fondasi kesetaraan belajar

Ketimpangan Guru di Lingkar Luar: “Bukan Lagi Masalah Individu, Ini PR Kota”

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung