NTT-Terkini.com, Kupang – Keterbatasan akses pelatihan keterampilan masih menjadi tantangan besar dalam upaya menekan angka pengangguran di Kota Kupang. Data terbaru Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kota Kupang menunjukkan bahwa hingga tahun 2024, jumlah pengangguran mencapai 7.035 orang.
Angka ini menjadikan pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai kebutuhan yang semakin mendesak untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap bersaing.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Nakertrans Kota Kupang, Maria Goreti Tani, S.Sos, mengungkapkan bahwa data tersebut dihimpun melalui pendataan dari seluruh kelurahan di Kota Kupang. Kecamatan Alak menjadi daerah dengan jumlah pengangguran tertinggi mencapai 1.970 orang, disusul Kecamatan Kota Raja sebanyak 1.770 orang, dan Kecamatan Maulafa 1.296 orang.
Meski kebutuhan akan pelatihan sangat besar, Dinas Nakertrans menghadapi hambatan serius: tidak tersedianya anggaran pelatihan. “Memang dari kantor kita tidak ada pelatihan, kita tidak ada dana untuk pelatihan. Para pengangguran ini dibina oleh LPK-LPK yang ada sehingga menghasilkan output yang bekerja sendiri atau mandiri. Upaya kita hanya sebatas itu saja,” tegas Maria.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
