Daerah  

Kota Kupang Putar Skema Beasiswa Berkeadilan: 12.000 Siswa Ditarget, Tak Ada Kursi Mimpi yang Kosong

Avatar photo
Reporter : Tim

Ia menekankan misi pendidikan holistik yang tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual passion—kasih, toleransi, kreativitas, sukacita, kedamaian—yang harus ditanamkan dari rumah.

“Sekolah bertanggung jawab mendidik IQ saat jam sekolah. Tapi orang tua harus bersama kami membentuk EQ dan spiritual anak dari keluarga,” tandas Ernest.

Baca Juga :  Polres Rote Ndao Grebek Penimbunan BBM Jenis Solar sebanyak 3 Ton

Suara Anak, Bukti Dampak

Bagi Trystan, siswa SDN Kota Kupang, beasiswa bukan sekadar amplop uang, tetapi perlindungan harapan. Ia bercerita dengan polos bahwa dukungan finansial itu langsung dirasakan: dari buku dan alat tulis, hingga seragam, sepatu, bahkan rasa percaya diri datang ke sekolah dengan perlengkapan yang layak.

“Senang, ada beasiswa. Bisa beli buku, pensil, bahkan baju dan sepatu sekolah yang bagus,” ujarnya.

Baca Juga :  Jaksa di Rote Ndao Bobi Bintang Hasiholan Sigalingging Bantah Dituding 'Nakal'

Menutup Lubang Akses, Membuka Kurva Masa Depan

Dengan jumlah target 12.000 penerima, pola rotasi, serta kolaborasi lintas stakeholder, beasiswa Pemkot Kupang kini menjadi salah satu skema perlindungan sosial paling berdampak di sektor pendidikan daerah. Program ini bekerja mencegah putus sekolah lebih efektif, karena tidak hanya memberi, tetapi juga mendistribusikan peluang secara dinamis.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung