Ia menekankan misi pendidikan holistik yang tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual passion—kasih, toleransi, kreativitas, sukacita, kedamaian—yang harus ditanamkan dari rumah.
“Sekolah bertanggung jawab mendidik IQ saat jam sekolah. Tapi orang tua harus bersama kami membentuk EQ dan spiritual anak dari keluarga,” tandas Ernest.
Suara Anak, Bukti Dampak
Bagi Trystan, siswa SDN Kota Kupang, beasiswa bukan sekadar amplop uang, tetapi perlindungan harapan. Ia bercerita dengan polos bahwa dukungan finansial itu langsung dirasakan: dari buku dan alat tulis, hingga seragam, sepatu, bahkan rasa percaya diri datang ke sekolah dengan perlengkapan yang layak.
“Senang, ada beasiswa. Bisa beli buku, pensil, bahkan baju dan sepatu sekolah yang bagus,” ujarnya.
Menutup Lubang Akses, Membuka Kurva Masa Depan
Dengan jumlah target 12.000 penerima, pola rotasi, serta kolaborasi lintas stakeholder, beasiswa Pemkot Kupang kini menjadi salah satu skema perlindungan sosial paling berdampak di sektor pendidikan daerah. Program ini bekerja mencegah putus sekolah lebih efektif, karena tidak hanya memberi, tetapi juga mendistribusikan peluang secara dinamis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












