Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa kota modern bukan hanya soal gedung tinggi dan teknologi canggih, tetapi juga tentang hubungan sosial, solidaritas, dan keberlanjutan lingkungan.
“Di Kupang, kami membangun rumah tanpa meninggalkan dimensi lingkungan. Rumah yang baik bukan sekadar bangunan modern, tetapi rumah yang memperhatikan sekitar dan membangun komunitas yang kuat,” tegasnya.
Kearifan Lokal yang Mendunia
Christian juga mengangkat nilai-nilai khas masyarakat Kupang — gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial — sebagai model peradaban urban yang humanis.
“Kalau di luar negeri orang cenderung individualistik, di Kupang tidak. Kalau ada kedukaan, semua datang membantu. Kalau ada yang kesulitan, kita saling menolong. Itulah lingkungan yang layak huni,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta forum.
Pidato inspiratif tersebut mendapat aplaus panjang dari hadirin. Bahkan Wang Weiren, Deputy Secretary General of the Shanghai Municipal People’s Government, menghampiri langsung Wali Kota Kupang usai sesi dan berkata, “Amazing speech, a wonderful speech.”
Kupang Jadi Inspirasi, Shanghai Ingin Jadi Sahabat
Tak berhenti di sana, momentum bersejarah ini membuka peluang kerja sama internasional baru. Pemerintah Kota Shanghai menyatakan minat untuk menjajaki kemitraan “sister city” dengan Kota Kupang, terinspirasi oleh visi dan konsep pembangunan berkelanjutan yang disampaikan Christian Widodo.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


