Wali Kota Kupang Jadi Keynote Speaker  di Shanghai, Kupang Bersinar di Panggung Dunia, Gagasan Lokal Jadi Inspirasi Global

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa kota modern bukan hanya soal gedung tinggi dan teknologi canggih, tetapi juga tentang hubungan sosial, solidaritas, dan keberlanjutan lingkungan.

“Di Kupang, kami membangun rumah tanpa meninggalkan dimensi lingkungan. Rumah yang baik bukan sekadar bangunan modern, tetapi rumah yang memperhatikan sekitar dan membangun komunitas yang kuat,” tegasnya.

Baca Juga :  Christian Widodo Buka Ruang bagi Gagasan Mahasiswa, GMKI Kupang Bahas AI hingga El Niño GMKI Kupang Siapkan

Kearifan Lokal yang Mendunia

Christian juga mengangkat nilai-nilai khas masyarakat Kupang — gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial — sebagai model peradaban urban yang humanis.

“Kalau di luar negeri orang cenderung individualistik, di Kupang tidak. Kalau ada kedukaan, semua datang membantu. Kalau ada yang kesulitan, kita saling menolong. Itulah lingkungan yang layak huni,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta forum.

Baca Juga :  Christian Widodo Buka Jalan Pengembangan Pelabuhan Nunbaun Sabu, Rp26 Miliar Disiapkan untuk Fasilitas Baru

Pidato inspiratif tersebut mendapat aplaus panjang dari hadirin. Bahkan Wang Weiren, Deputy Secretary General of the Shanghai Municipal People’s Government, menghampiri langsung Wali Kota Kupang usai sesi dan berkata, “Amazing speech, a wonderful speech.”

Kupang Jadi Inspirasi, Shanghai Ingin Jadi Sahabat

Tak berhenti di sana, momentum bersejarah ini membuka peluang kerja sama internasional baru. Pemerintah Kota Shanghai menyatakan minat untuk menjajaki kemitraan “sister city” dengan Kota Kupang, terinspirasi oleh visi dan konsep pembangunan berkelanjutan yang disampaikan Christian Widodo.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung