Daerah  

Kota Kupang Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan, Bukti Keseriusan Pemkot dalam Membangun Kota Kasih

Avatar photo
Reporter : Lidya Radjah

“Kajian kami di enam daerah ini bertujuan memastikan bahwa sasaran bantuan benar-benar merujuk pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data yang valid menjadi kunci agar tidak ada masyarakat miskin yang terlewat,” ujarnya.

Menurut Togi, salah satu tantangan utama dalam penyaluran bansos di berbagai daerah di Indonesia adalah data penerima yang belum mutakhir. Karena itu, BP Taskin terus mendorong proses pemutakhiran data yang melibatkan masyarakat secara langsung agar mekanisme penyaluran menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Pemkab Rote Ndao Anggarkan Rp990 Juta untuk PJU, 55 Lampu Jalan Jadi Target 2026

> “Hampir semua wilayah menghadapi tantangan pemutakhiran data. Ketika data tidak tepat, penerima manfaat pun bisa keliru. Karena itu kami ingin memastikan pembaruan datanya jelas dan partisipatif,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinan Chris Widodo–Serena Francis, Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa seluruh kebijakan pembangunan akan berorientasi pada pelayanan publik yang inklusif. Prinsip mereka sederhana: to govern is to serve — memerintah berarti melayani.

Baca Juga :  Membedah Arisan Berbayar Berhadiah di Expo UMKM Rote Ndao: Arisan atau Perjudian?

“Kami ingin menjadikan Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Tantangan terbesar kita memang kemiskinan, pengangguran, dan ketidakadilan sosial — tapi dengan kerja bersama, semuanya bisa diatasi,” ujar Serena menutup pertemuan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung