NTT-Terkini.com, ROTE NDAO — Ruas Jalan Trans Ba’a–Batutua di wilayah Letelangga, RT 11 Kelurahan Namodale, Kabupaten Rote Ndao, nyaris putus akibat longsor yang telah terjadi lebih dari satu tahun. Kondisi tersebut memicu warga bersama pemilik ekspedisi bergotong royong melakukan perbaikan darurat agar jalur vital tersebut tetap bisa dilalui kendaraan.
Perbaikan sementara ini dilakukan secara swadaya oleh warga RT 11 Kelurahan Namodale, para sopir dan pemilik ekspedisi, serta didukung Satuan Lalu Lintas Polres Rote Ndao. Kegiatan perbaikan dimulai pada Senin malam (16/2/2026) dan diperkirakan berlangsung hingga Rabu (18/2/2026).
Jalan berstatus jalan provinsi tersebut sebelumnya mengalami penurunan badan jalan hingga hampir putus. Namun, menurut warga, belum ada penanganan serius dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur maupun tanggap darurat dari pemerintah kabupaten setempat.
Puncaknya terjadi pada Minggu (15/2/2026), ketika kendaraan bertonase besar, khususnya ekspedisi rute Kupang–Rote, tidak lagi bisa melintas. Kondisi itu mendorong salah satu pemilik ekspedisi, Sakty Pandie, berinisiatif menggalang dukungan warga dan tokoh masyarakat untuk melakukan perbaikan darurat.
Tokoh masyarakat setempat, Sem Ndun, mengatakan perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara agar kendaraan bermuatan berat dapat kembali melintas.
“Ini tanggap darurat agar kendaraan bertonase besar bisa lewat. Perbaikan sementara menggunakan cor beton, bukan hanya hamparan sirtu. Ini murni inisiatif warga dan pemilik ekspedisi tanpa campur tangan pemerintah,” ujarnya di sela kegiatan perbaikan.
Sementara itu, Sakty Pandie menjelaskan seluruh kebutuhan perbaikan berasal dari swadaya bersama. Para pemilik ekspedisi, sopir, dan kondektur bergotong royong menyumbang material maupun tenaga.
“Ada yang menyumbang semen, pasir, batu pecah, air kerja hingga makanan bagi para pekerja. Prinsipnya semua murni dari teman-teman,” ungkapnya.
Selain itu, dukungan alat berat berupa excavator juga diberikan oleh salah satu donatur, serta bantuan dari rekan wartawan yang tergabung dalam SMSI Rote Ndao sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar.
Sakty pun menyampaikan apresiasi kepada warga RT 11 Lingkungan Letelangga, tokoh masyarakat Sem Ndun dan Melky Seubelan, tokoh pemuda Ivano Patola, jajaran Satlantas Polres Rote Ndao, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam perbaikan jalan tersebut.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen mengingat ruas Jalan Trans Ba’a–Batutua merupakan jalur utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat di wilayah Rote Ndao.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












