NTT-Terkini.com, Kupang — Program beasiswa di Kota Kupang berkembang bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan instrumen mobilitas sosial yang dirancang dengan prinsip keadilan dan keberlanjutan.
Hingga 2025, skema ini menargetkan sedikitnya 12.000 siswa penerima, dengan pola rotasi yang memastikan pemerataan manfaat, tanpa menumpuk pada kelompok yang sama.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naiboho, menyebut keberlangsungan program ini tak berdiri sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan—dunia usaha, komunitas, hingga stakeholder non-pemerintah—ikut membuka kanal beasiswa dari sumber lain.
Dari total sasaran 12.000 siswa, Pemkot Kupang menerapkan asas rotasi berkeadilan: siswa yang telah 2–3 tahun berturut-turut menerima beasiswa akan memberi ruang bergantian dengan teman yang belum pernah mendapat bantuan.
“Beasiswa cukup tersedia, meminimalisir angka putus sekolah karena ada bantuan dari pemerintah,” ujar Okto, menegaskan bahwa pola ini dibuat dengan satu tujuan: melahirkan generasi berkualitas dan mendorong Kota Kupang menjadi barometer kemajuan pendidikan di kawasan timur.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, memberikan perspektif lebih luas. Menurutnya, keseimbangan kualitas pendidikan tercipta bila ekosistemnya utuh: orang tua, sekolah, lingkungan, dan dunia usaha harus berjalan serentak.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












